Sosok Energik yang Menghidupkan Napas Tari di SMPN 1 Kota Bima
Dalam setiap pementasan tari siswa SMPN 1 Kota Bima, ada sebuah harmoni yang selalu berhasil memukau penonton. Gerakan yang gemulai namun bertenaga, formasi yang presisi, hingga kemegahan busana yang dikenakan, bukanlah sebuah kebetulan. Di balik layar, ada sentuhan tangan dingin seorang pendidik yang penuh dedikasi, Ibu Ade Aryani, S.Pd.Sosok Cantik yang Energik. Dikenal sebagai pribadi yang cantik dan selalu tampil prima, Ibu Ade bukan sekadar guru seni biasa, Ia adalah penggerak, karakternya yang cekatan dan penuh energi menjadi bahan bakar utama bagi para siswa untuk melampaui batas kemampuan mereka. Meski memiliki disiplin tinggi dalam melatih, Ibu Ade dikenal sangat humble (rendah hati), membuat para siswa merasa nyaman namun tetap hormat dalam menyerap setiap ilmu gerak yang diajarkan.
Bu Ade panggilanya menghidupkan Panggung di Berbagai Ajang Nama SMPN 1 Kota Bima kini identik dengan prestasi di bidang seni tari, baik di tingkat kota Bima maupun Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tangan kreatif Ibu Ade selalu berhasil meracik koreografi yang "membahana".Perannya sangat krusial dalam berbagai momen penting, di antaranya, Penyambutan Tamu, Menampilkan wajah ramah dan budaya Bima yang luhur melalui gerak tari yang elegan.
DI FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional),Menjadi otak di balik konsep tari yang kompetitif, membawa nama sekolah bersinar di panggung bergengsi.
Di acara Internal Sekolah, Memastikan setiap pentas seni sekolah memiliki standar kualitas yang tinggi.Profesionalisme sebagai Juri keahlian Ibu Ade Aryani juga diakui secara luas di luar lingkungan sekolah dan luar sekolah. Kejeliannya dalam menilai estetika dan teknik tari membuatnya sering dipercaya menjadi Juri Cabang Tari Kreasi pada ajang FLS2N. Sebagai juri, ia dikenal objektif dan mampu memberikan masukan konstruktif bagi perkembangan bakat-bakat muda di Kota Bima.Warisan Budaya lewat Pendidikan bagi Ibu Ade, mengajar tari bukan hanya soal memindahkan gerakan ke tubuh siswa, tapi soal menanamkan rasa cinta pada budaya. Keindahan busana yang ia pilih bukan sekadar hiasan, melainkan representasi kebanggaan akan identitas daerah.Melalui dedikasi Ibu Ade Aryani, S.Pd., SMPN 1 Kota Bima tidak hanya mencetak penari, tapi juga generasi yang percaya diri dan menghargai seni. Ia adalah bukti nyata bahwa lewat kelembutan tari, seorang guru bisa membangun karakter bangsa yang kuat dan berbudaya.
(Dewi Muslikha)