Lestarikan Kearifan Lokal, SMPN 1 Kota Bima Hadirkan "Apotek Hidup" Melalui Kebun TOGA
KOTA BIMA – Di tengah gempuran penggunaan obat-obatan kimia di era modern, SMPN 1 Kota Bima mengambil langkah konkret untuk mengenalkan kembali kekayaan alam nusantara kepada para siswanya. Melalui program inovatif, sekolah ini kini resmi memiliki area khusus Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai sarana edukasi sekaligus pelestarian kearifan lokal.Program ini lahir dari gagasan kreatif Aji Jornalis, selaku Guru Pembina IPA. Ia memandang pentingnya membekali siswa dengan pengetahuan tentang tanaman rimpang dan khasiatnya. "Kami ingin siswa tidak hanya mengenal teori, tetapi juga praktik langsung menanam dan membudidayakan. Ini adalah cara kita menjaga warisan leluhur agar generasi muda tetap menghargai solusi alami untuk kesehatan," ujarnya.Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Kepala SMPN 1 Kota Bima, Bapak Abdj, S.Pd. Sebagai bentuk fasilitas nyata, pihak sekolah telah menyelesaikan pembuatan pagar "Kebun Sekolah" yang representatif. Area ini nantinya akan menjadi rumah bagi berbagai tanaman obat hasil praktik langsung para siswa.Tanaman Obat Keluarga atau TOGA sendiri berfungsi sebagai 'apotek hidup'. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan sekolah, siswa diajarkan bahwa kebutuhan kesehatan mandiri untuk penyakit ringan dapat dipenuhi dari kebun sendiri. Kehadiran kebun ini juga menambah keasrian lingkungan sekolah, menciptakan suasana belajar yang lebih hijau dan segar.Melalui kegiatan ini, siswa SMPN 1 Kota Bima diharapkan tidak hanya mahir secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam mengolah tanaman menjadi obat tradisional. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan di lingkungan sekolah.
(Dewi Muslikha)