Latar Belakang
Di SMP Negeri 1 Kota Bima, keterbatasan sarana belajar
menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan kurikulum merdeka dengan pendekatan
Pembelajaran mendalam untuk mata pelajaran Informatika serta mata pelajaran
Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Sekolah hanya memiliki satu
laboratorium komputer yang digunakan secara bergiliran oleh seluruh siswa kelas
7, 8, dan 9. Akibatnya, waktu akses siswa terhadap perangkat dan materi digital
sangat terbatas, menghambat penguasaan literasi digital dan berpikir komputasional.
Selain itu, ketergantungan pada akses internet yang tidak merata menambah
kesulitan guru dalam memberikan tugas berbasis teknologi secara adil.
Untuk mengatasi masalah tersebut, kami merancang IoT
SAPA, sebuah inovasi e-learning berbasis Internet
of Things yang menghadirkan solusi mandiri,
fleksibel, dan aman. Sistem ini mengintegrasikan Raspberry
Pi4 sebagai server utama yang menyimpan seluruh platform dan konten
pembelajaran, STB OpenWRT sebagai pengelola jaringan lokal sekaligus
pemasok koneksi internet murah melalui OpenClash, SSD sebagai
media penyimpanan berkapasitas besar, dan Router TP-Link WR840N
sebagai penyebar sinyal WiFi bagi siswa di lingkungan sekolah.
Untuk koneksi internet di luar jaringan sekolah, sistem
memanfaatkan HP Android via USB Tethering ke STB OpenWRT yang dikombinasikan dengan OpenClash sebagai proxy manager. OpenClash memungkinkan pengelolaan
lalu lintas data secara efisien, termasuk fitur
load balancing/failover untuk distribusi koneksi
yang stabil . STB OpenWRT dengan OpenClash telah terbukti mampu memberikan performa Quality of Service yang sangat
baik. Platform ini dilengkapi dengan Kolibri sebagai platform
pembelajaran utama yang menyediakan konten kaya dan mendukung eksplorasi
mandiri, Quizler untuk kuis interaktif real
time, serta FileBrowser untuk manajemen
file dan Folder dengan keamanan yang fleksibel.
Keamanan sistem diperkuat oleh Cloudflare Tunnel, ZeroTier, dan Web Application
Firewall (WAF) untuk melindungi dari serangan
siber seperti DDoS, SQL Injection, dan XSS pada
perangkat Raspberry Pi4 dan STB OpenWRT. IoT SAPA
menawarkan akses yang fleksibel: siswa dapat mengakses materi secara offline tanpa kuota di sekolah
melalui jaringan lokal, dan secara online dari rumah melalui portal
publik yang aman, dengan dukungan koneksi internet dari OpenClash yang membuat biaya
operasional tetap rendah. Dengan solusi ini, IoT SAPA berhasil mengatasi
keterbatasan lab komputer, menghemat biaya kuota, meningkatkan literasi
digital, serta menciptakan ekosistem pembelajaran yang mandiri, fleksibel,
aman, dan berkelanjutan bagi seluruh warga SMPN 1 Kota Bima.
Tujuan
Inovasi
IoT SAPA dirancang sebagai inovasi di bidang pendidikan dengan tujuan
utama sebagai berikut:
1. Mengatasi
Keterbatasan Sarana dan Prasarana Belajar
Inovasi ini bertujuan untuk menyediakan solusi
pembelajaran digital yang mandiri guna mengatasi keterbatasan satu laboratorium
komputer yang harus digunakan secara bergiliran oleh seluruh siswa kelas 7, 8,
dan 9. Dengan adanya server lokal berbasis IoT, akses terhadap materi dan
platform pembelajaran digital dapat dilakukan di mana saja di lingkungan
sekolah, tidak lagi terbatas pada ruang lab.
2. Mewujudkan
Ekosistem Pembelajaran Digital yang Fleksibel dan Berkeadilan
IoT SAPA bertujuan menciptakan ekosistem
pembelajaran yang fleksibel dengan menghadirkan akses offline di sekolah
tanpa kuota dan akses online dari rumah melalui portal yang
aman. Hal ini untuk memastikan setiap siswa, tanpa memandang kemampuan ekonomi,
memiliki akses yang adil terhadap materi pembelajaran digital dan dapat terus
belajar di luar jam sekolah, sehingga kesenjangan akses pendidikan (digital
divide) dapat dikurangi .
3. Meningkatkan
Efektivitas dan Efisiensi Pembelajaran
Tujuan dari integrasi platform Kolibri dan
Quizler adalah untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui konten yang
kaya dan metode belajar interaktif. Inovasi ini diharapkan dapat menghemat
biaya operasional sekolah, khususnya biaya kuota internet untuk akses konten
digital, serta mengurangi ketergantungan pada konektivitas internet publik yang
tidak stabil .
4. Membangun
Sistem Pembelajaran yang Aman dan Berkelanjutan
Tujuan ini adalah untuk menjamin keamanan data
dan aktivitas belajar siswa dari ancaman siber melalui integrasi Cloudflare
Tunnel, ZeroTier, dan Web Application Firewall. Dengan mengandalkan perangkat
keras yang terjangkau seperti STB OpenWRT dan Raspberry Pi, inovasi ini
bertujuan menciptakan solusi yang bersifat jangka panjang dan dapat diadopsi
oleh sekolah lain dengan sumber daya terbatas, sejalan dengan semangat inovasi
daerah yang berkelanjutan