Siswa Kelas VII-7 SMPN 1 Kota Bima Belajar IPA Lewat Pendekatan Kontekstual di Lingkungan Sekolah

Kota Bima, Rabu, 20 Mei 2026, Memahami materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tidak harus selalu terpaku di dalam ruangan kelas dengan membaca buku teks. Semangat inilah yang ditunjukkan oleh siswa-siswi kelas VII-7 SMPN 1 Kota Bima saat mengikuti pembelajaran IPA dengan metode Implementasi Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning), Rabu, 20 Mei 2026 pada kelas VII-7 jam ke-6,7, dan 8.

Pada pembelajaran kali ini, fokus utama materi adalah mengenal secara langsung Komponen Biotik (makhluk hidup) dan Komponen Abiotik (benda tak hidup) yang membentuk suatu ekosistem. Berbekal alat tulis dan lembar kerja Peserta didik ( LKPD )  pengamatan, para siswa diajak keluar kelas untuk mengeksplorasi lingkungan hijau yang ada di sekitar area SMPN 1 Kota Bima.

Mengamati Ekosistem Secara Nyata di bawah bimbingan guru mata pelajaran IPA oleh Sihardin,S.Pd., siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Mereka menyisir area taman sekolah, lapangan, hingga sudut-sudut halaman untuk mengidentifikasi dan mencatat elemen-elemen lingkungan. ?Para siswa secara aktif memisahkan hasil temuan mereka:

1.Komponen Biotik: Berbagai jenis tanaman hias, pohon pelindung, rumput, hingga hewan-hewan kecil seperti semut, kupu-kupu, dan cacing tanah.

2.Komponen Abiotik: Batu, tanah, air, udara, intensitas cahaya matahari, hingga suhu udara di lingkungan sekitar sekolah.

Pendekatan pembelajaran kontekstual ini bertujuan agar siswa dapat mengaitkan materi teori di buku dengan realitas alam sekitar mereka. Dengan melihat dan menyentuh langsung objek yang mdipelajari, pemahaman siswa mengenai interaksi timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya menjadi jauh lebih mendalam.

Meningkatkan Antusiasme dan Kerja Sama ?suasana belajar di luar kelas ini disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi oleh seluruh murid kelas VII-7. Pembelajaran terasa hidup karena diwarnai diskusi aktif antarsiswa di dalam kelompok saat mengklasifikasikan benda-benda yang mereka temukan. Mereka tidak hanya belajar teori IPA, tetapi juga mengasah keterampilan kerja sama (teamwork), berpikir kritis, serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.

Kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan ditutup dengan presentasi singkat dari masing-masing kelompok mengenai hasil analisis ekosistem mini yang telah mereka amati. Pembelajaran kontekstual seperti ini diharapkan dapat terus konsisten diterapkan di SMPN 1 Kota Bima untuk menciptakan iklim belajar yang memahami, bermakna, menyenangkan, refleksi berpusat pada siswa (student-centered learning).

Oleh : Suhardin ,S.Pd.