KALEMBI: Inovasi Literasi dan Pendampingan Karakter di SMPN 1 Kota Bima

KOTA BIMA – Suasana pembelajaran  yang berbeda  menyelimuti area Masjid, selasar BK, hingga Baruga SMPN 1 Kota Bima pada Kamis pagi (02/04/2026). Sejak pukul 07.00 WITA, seluruh siswa tidak langsung menuju ruang kelas, melainkan berkumpul bersama Guru Wali masing-masing untuk melaksanakan program KALEMBI (Kamis Literasi Efektif Menuju Bisa).

Program KALEMBI merupakan terobosan literasi sekolah yang dirancang secara personal. Setiap Guru Wali mendampingi kelompok kecil yang terdiri dari 12 siswa. Hal ini dilakukan agar proses pembinaan berlangsung lebih intim dan efektif, sesuai dengan amanat Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025 mengenai optimalisasi beban kerja guru dalam transformasi pendidikan.

Lima Fokus Utama Pembinaan

Dalam kegiatan jam pertama ini, terdapat lima poin utama yang menjadi fokus pendampingan Guru Wali:

Literasi Al-Qur’an: Baca tulis bagi siswa Muslim untuk memperkuat sisi religius.

Literasi Aksara: Pendampingan khusus bagi siswa yang masih memerlukan penguatan kemampuan membaca.

Pendidikan Karakter: Penanaman nilai disiplin dan etika.

Pengembangan Bakat: Memetakan minat siswa baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Anti-Bullying: Sosialisasi dan pengawasan intensif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Implementasi Permendikdasmen No. 11 Tahun 2025

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan implementasi nyata dari regulasi terbaru yang menggantikan Permendikbudristek No. 2 Tahun 2024. Melalui KALEMBI, Guru Wali berperan sebagai sosok yang tumbuh bersama siswa, memahami latar belakang mereka, dan membantu menyusun langkah sukses masa depan.

Kepala SMPN 1 Kota Bima dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme luar biasa dari para siswa dan guru. Beliau menegaskan bahwa kehadiran Guru Wali di jam pertama ini adalah jembatan penting untuk memantau kehadiran serta perkembangan siswa secara menyeluruh sebelum melanjutkan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada jam kedua.

"Kegiatan positif seperti ini harus terus ditingkatkan. Guru Wali kini memiliki ruang lebih luas untuk membimbing sikap, kompetensi, sekaligus menjadi penghubung efektif antara sekolah dan orang tua," ungkapnya.

Dengan adanya absensi khusus yang dikoordinasikan oleh Wakasek Kurikulum (Wakur), pemantauan terhadap perkembangan siswa diharapkan menjadi lebih terukur dan berkelanjutan.

Dewi Muslikhah